Cari Tempat Wisata


Desa Lamera : Tradisi Berburu Paus Secara Tradisional di Pulau Lembata Flores

Desa Lamera : Tradisi Berburu Paus Secara Tradisional di Pulau Lembata Flores
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Desa Tradisional
Lokasi Indonesia / Nusa Tenggara Timur
Alamat : Desa Lamera, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur
Views : 2308

Desa Lamalera yang berada di pulau Lembata (Flores), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal di seluruh dunia sebagai rumah perburuan ikan paus secara tradisional. Dokumen dari orang Portugis yang berasal dari tahun 1643 sudah menyebutkan bahwa perburuan heroik ini telah terlihat saat itu.

Di Lamalera, penduduk desa berburu hewan laut besar, seperti paus, pari manta dan kadang lumba-lumba untuk persediaan makanan dan sumber penghasilan untuk seluruh desa,  mereka melakukannya dengan perahu layar yang sederhana dan mengikuti kepercayaan kuno, tabu dan tradisi.

Karena alasan inilah, perburuan paus oleh masyarakat Lamalera sampai hari ini dibebaskan dari larangan penangkapan ikan paus secara internasional, mengingat cara tradisional ini masih dilakukan dan fakta bahwa memburu makhluk laut raksasa ini membantu penduduk desa mendukung  keberadaan ekonomi mereka.

Setiap tahun, paus bermigrasi antara Samudera Hindia dan Pasifik selama bulan Mei sampai Oktober, saat hewan laut raksasa ini melewati laut Savu tepat di ambang pintu pulau Lembata. Untuk Lembata, perburuan ikan paus dimulai pada tanggal 1 Mei hingga mencapai puncaknya pada bulan Juli.

Ketika sebuah pencarian ikan paus diputuskan, sejumlah kapal yang disandarkan di pantai dilepaskan ke laut, disambut oleh seluruh desa, dan rombongan kapal akan berlayar secara bersama-sama untuk menangkap buruan mereka.

Sebelum melakukan perburuan, setiap orang berkumpul untuk menghadiri sebuah misa khusus yang dipimpin oleh pastor Katolik setempat untuk berdoa agar kegiatan tersebut bisa sukses dan aman. Sebab, mayoritas penduduknya beragama Katolik.

Perburuan ikan paus masih dilakukan di atas perahu kayu tradisional yang tipis, yang disebut peledang. Kapanl ini diawaki antara 7 – 14 orang yang terdiri atas juru kemudi , pendayung dan pelempar tombak (harpun), di mana masing-masing diberi tugas istimewanya. Yang paling lincah dari tim berdiri di atas haluan kapal siap melempar tombak yang bertanduk.

Ketika seekor ikan paus atau manta terlihat, pelempar tombak melemparkan harpun ke hewan yang melompat ke atas. Bila targetnya adalah paus sperma yang sangat besar, anggota tim lainnya akan melempar lebih banyak harpun( tombak) pada mangsanya. Dan ketika akhirnya mangsa dilumpuhkan, bersama-sama semua anggota tim mengangkat tubuh ikan yang berat ini ke atas kapal. Desa lain yang juga berburu paus berasal dari desa Lamakera di pulau Solor, namun desa Lamalera adalah yang paling terkenal. Selama satu musim, penduduk pulau dapat menangkap antara 15 sampai 20 paus.

Pada masyarakat lamera terdapat hal-hal yang tabu saat berburu ikan paus. Misalnya, dilarang memburu paus hamil, paus muda, dan paus yang sedang kawin. Kemampuan untuk mengenali tabu khusus ini hanya dapat dipelajari melalui periode pengalaman yang ekstensif. Sayangnya, beberapa penatua khawatir bahwa tradisi tersebut lenyap karena anak-anak cenderung memisahkan tradisi dari modernitas yang mudah, sehingga generasi masa depan tidak lagi mematuhi nilai tradisional yang begitu berharga.

Penginapan

Di sekitar Desa Lamera terdapat beberapa hotel yang cukup bagus, di antaranya:

  1. Hotel Rejeki
  2. Hotel Olympic
  3. Lewoleba Hotel

Mencapai Lokasi Desa Lamera di Pulau Lembata

Pulau Lembata terletak 190 kilometer sebelah utara Kupang, ibu kota Nusatenggara Timur. Loweleba adalah kota terbesar di Pulau Lembata, dan bertengger di pesisir selatan pulau ini. Untuk sampai ke Lowelaba, Anda dapat terbang dari Bali atau Lombok ke Maumere di bandara Frans Seda.

Dari Maumere, dilanjutkan ke Larantuka dengan bus. Dari Larantuka, satu-satunya cara untuk pergi ke Lamalera adalah dengan feri menyeberang ke Lewoleba yang berlayar setiap hari, atau langsung ke Lamalera dari Larantuka dengan feri sekali seminggu.

or cancel