Cari Event


Tradisi Perang Air di Selatpanjang : Tradisi Menyambut Tahun Baru China atau Imlek di Meranti

Tradisi Perang Air di Selatpanjang : Tradisi Menyambut Tahun Baru China atau Imlek di Meranti
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Selatpanjang, Kabupaten Meranti, Kepulauan Riau
Start Date : Feb 16, 2018
End Date : Feb 16, 2018
Views : 2554

Enam hari pertama bulan pertama kalender China, kota Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Meranti, di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), hidup dengan tradisi Perang Air. Orang Tionghoa setempat menyebut tradisi ini sebagai Cian Cui yang telah menjadi salah satu daya tarik dan keunikan tersendiri di Selatpanjang.

Selatpanjang terletak di Selat Malaka, jalur pelayaran dan perdagangan yang padat antara Malaysia selatan hingga Singapura dan pulau besar di Indonesia di Sumatera. Selatpanjang adalah bagian dari pedalaman  di Batam dan Zona Perdagangan Beabas Tanjung Balai Karimun yang berada di dalam Indonesia-Malaysia-Singapore Growth Triangle (IMS-GT).

Tradisi Cian Cui tidak hanya dirayakan oleh keturunan Tionghoa setempat, namun termasuk warga Selatpanjang lainnya dari Suku Melayu, Jawa, Minang dan kelompok etnis lainnya serta orang-orang dari luar Selatpanjang yang datang dan bergabung. Bersama-sama mereka saling berbaur dalam perayaan dan kegembiraan Cian Cui yang juga menarik wisatawan dari negara Asia lainnya termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan dan China.

Pada hari pertama, Cian Cui dimulai dari pukul 4:00 sampai 18:00. Setelah itu, sebagian besar penduduk Selatpanjang, bersama dengan wisatawan domestik dan internasional, terlibat dalam perayaan saling menyemprotkan  air sepanjang rute yang ditentukan 4 km dari jalan Kartini, ke Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani dan Diponegoro. Semua membuang air satu sama lain dalam kemasan es plastik. Mereka melempar dan saling menyiram dengan menggunakan senapan air, ember dan sendok, kadang bahkan menggunakan mesin kompresor.

Ini benar-benar terlihat seperti perang air ketika semua diguyupkan dengan bom air dari becak, sepeda motor, pejalan kaki atau lainnya yang berdiri di pinggir jalan. Terlepas dari ras dan asal, mereka yang berada di wilayah Cian Cui harus siap untuk benar-benar basah kuyup.

Pada hari kelima, orang-orang keturunan Tionghoa mengadakan doa sepanjang malam di Kelenteng Hok An Kiong sampai matahari terbit pada hari keenam atau Cu Lak. Hal ini ditandai dengan suara gong yang bergema dari dalam kuil, yang kemudian diikuti oleh petasan dan kembang api. Di pagi hari, meja sebagai altar dipersiapkan di depan kuil untuk sembahyang.

Perayaan tersebut dilanjutkan dengan parade tiga dewa yang dibawa dengan palano yang dibawa mengelilingi 23 kelenteng Selatpanjang lainnya. Dewa utama yang diarak adalah Thang Kie, seorang manusia yang diilhami oleh roh Dewa. Thang Kie memberkati seluruh kota dan pulau Selatpanjang dan diyakini dapat mengusir kemalangan dari kota tersebut untuk tahun yang akan datang. Pawai tersebut kemudian kembali dan selesai kembali di Kelenteng Hok An Kiong. Selanjutnya, orang bubar dan kembali ke lokasi dimana Perang Air Selatpanjang sedang berlangsung.

Sebagai agenda tahunan Selatpanjang, Cian Cui sudah dikenal baik di dalam maupun di luar negeri. Banyak wisatawan domestik dan internasional dari Australia, Selandia Baru, Eropa dan Amerika Serikat melakukan perjalanan ke Selatpanjang setiap tahun hanya untuk ambil bagian dalam tradisi Cian Cui. Karena itu, pemerintah daerah telah meningkatkan fasilitas yang diperlukan untuk menampung semakin banyaknya pengunjung.

Untuk sampai ke Selatpanjang ada speedboat reguler dari Pekanbaru, Batam, Bintan, dan kota-kota lain di Kepulauan Riau ke Selatpanjang. Dari Malaysia dan Singapura perjalanan memakan waktu kurang dari lima jam. Pelabuhan Tanjung Harapan merupakan pintu masuk utama kapal ke dan dari Selatpanjang.

Selatpanjang memiliki sejumlah hotel berbintang dan penginapan. Sedangkan untuk transportasi, wisatawan bisa menggunakan becak motor yang merupakan transportasi utama di dalam kota. Saat di Selatpanjang, jangan lupa menikmati makanan khasnya yaitu Mie Sago. Selatpanjang dikenal sebagai Kota Sagu, dan mie sagunya populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional. Mie sagu disajikan dengan sup atau digoreng, dan tersedia di banyak restoran di sini.

or cancel