Cari Event


Karnaval Songket Internasional (SISCa) 2017 di Sawahlunto

Karnaval Songket Internasional (SISCa) 2017 di Sawahlunto
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
Start Date : Aug 24, 2017
End Date : Aug 26, 2017
Views : 1009

Sawahlunto adalah sebuah kota di Sumatera Barat yang pernah menjadi eksportir batu bara yang terkenal, namun telah  berhenti berproduksi karena berkurangnya permintaan.

Saat ini, bagaimanapun, kota ini telah mengubah dirinya menjadi Museum Pertambangan Batubara, di mana orang dapat belajar bagaimana batubara digali dan diproses pada masa lalu, dan yang terpenting bagaimana mereka terlibat dalam proses tinggal di sana.

Salah satu tradisi yang telah melampaui sejarah pertambangan batubara adalah kerajinan tenun kain berharga, yang disebut Songket Silungkang, yang sebagian besar ditenun dengan benang perak dan emas.

Untuk merayakan dan mendongkrak industri rumahan ini, Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf menjelaskan bahwa pada tanggal 25-27 Agustus 2017, kota ini akan hidup dengan Karnaval Songket Internasional Sawahlunto (SISCa), yang bertujuan untuk merayakan dan mendongkrak industri Songket Silungkang yang terkenal.

Dalam edisi ketiga ini, Karnaval Songket mengusung tema: Heritage for Sustainability, yang melalui popularitasnya telah memperkuat ekonomi kawasan ini. Pada tahun 2015 acara ini memenangkan rekor nasional MURI karena tampil dengan jumlah peserta terbanyak memakai sarung songket. Melalui Karnaval  ini, tenunan Songket diharapkan  akan menjadi lebih populer di seluruh Indonesia dan sekitarnya.

Berbagai kegiatan yang diadakan selama Festival meliputi: Pameran Songket Internasional (25-27 Agustus), Pameran Fashion Anak-Anak (25 Agustus), SISCa Night (26 Agustus), sebuah Konferensi Tenun Songket Nasional (26 Agustus), puncak Karnaval Songket Silungkang pada tanggal 27 Agustus 2017. Semua akan penuh warna dan atraksi, kata Walikota Sawahlunto dengan bangga.

Apa itu Songket Silungkang?

Bahan songket Silungkang yang terkenal hingga saat ini masih benar-benar tenun, menggunakan peralatan tradisional, yang memungkinkan penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan individu pembeli.

Warna dominan tradisional Songket berwarna merah dan hitam. Tapi hari ini, ada warna tambahan, seperti biru cerah dan hijau. Motif yang digunakan juga lebih modern dan trendi.

Songket adalah warisan berharga yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Hal ini paling menarik bukan hanya karena tenunan emasnya yang rumit, namun beberapa songket memiliki konotasi simbolis dan sosial.

Songket Silungkang yang terkenal dari Sumatera Barat adalah produk yang canggih, yang sangat banyak dicari oleh turis mancanegara, dan merupakan pendapatan ekonomi penting yang mendukung ekonomi dan pariwisata Sawahlunto.

Menghargai acara penting ini, Menteri Pariwisata Arief Yahya dengan hangat menyambut baik pementasan Karnaval Songket Internasional Sawahlunto, "Semoga hal itu berlanjut sebagai inspirasi tidak hanya sebagai daya tarik budaya, namun yang lebih penting sebagai sumber kreativitas bagi perancang dan operator pariwisata Indonesia untuk Membawa kesejahteraan bagi masyarakat Melalui Festival Songket ini kami berharap ciri khas budaya Indonesia yang unik akan menjadi event yang lebih dikenal di dunia Kami berharap sukses SISCa 2017, "kata Menteri Arief Yahya.

or cancel

Event Lainnya di sumatera-barat more »