Cari Event


Festival Tabuik 2017 di Pariaman : Perayaan Keagamaan dan Budaya Paling Meriah di Sumatera Barat

Festival Tabuik 2017 di Pariaman : Perayaan Keagamaan dan Budaya Paling Meriah di Sumatera Barat
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Pariaman, Provinsi Sumatera Barat
Start Date : Sep 20, 2017
End Date : Oct 1, 2017
Views : 3113

Sehubungan dengan Tahun Baru Islam yang tahun ini jatuh pada tanggal 21 September 2017, orang-orang di kota Pariaman di Sumatera Barat akan menggelar Festival Tabuik: sebuah perayaan tahunan yang bersifat religius dan budaya, berlangsung dari 20 September sampai 1 Oktober 2017.

Dihadiri oleh ribuan orang, orang berduyun-duyun ke kota Pariaman untuk menyaksikan dan ambil bagian dalam acara sakral ini.

Festival sakral ini memperingati Pertempuran Karbala dan kemartiran para cucu Nabi Muhammad, Hasan dan Husyein beserta anggota keluarga mereka pada tanggal 10 Muharram di Kalender Islam yang saat ini lebih dikenal sebagai hari Asyura.

Tabuik sendiri mengacu pada menara pemakaman yang menjulang yang dibawa berkeliling selama prosesi. Menara mengambil bentuk yang dikenal sebagai 'buraq', seekor seekor kuda mistik bersayap dengan kepala seorang malaikat. Di punggungnya, buraq membawa peti mati yang melambangkan tempat peristirahatan terakhir Al-Husyain. Tabuik terbuat dari bubur kertas dengan bingkai rotan.

Di negara lain, tabuik dikenal dengan nama lain seperti Muharram, Hosay atau Tadjah, berasal dari tokoh utama, cucu Nabi Muhammad yaitu Hasan dan Al-Husyain, yang juga dieja Hosayn atau Hussein yang terbunuh di bulan Muharram di Karbala.

Tabuik sendiri telah melakukan perjalanan jauh dan luas ke sisi lain dunia, seperti Tobago, Trinidad, Guyana, Suriname, dan Jamaika, di mana umat Islam Syiah dari India dan sekitarnya dikirim pada masa penjajahan. Pariaman, yang berarti 'daerah aman', sekarang menjadi titik pusat di Indonesia untuk ritual tabuik, hosay, Muharram, atau Tadjah.

Festival itu sendiri terdiri dari 7 ritual berturut-turut: Mendapatkan Tanah, Memotong Pohon Pisang, Mataam, Ma-arak Jari-jari, Ma-arak Sorban, Tabuik Naik Pangkek, Hoyak Tabuik, dan melepaskan Tabuik ke laut. Puncak festival akan diadakan pada tanggal 10 Muharram dimana tabuik akan diarak di sekitar kota padaTabuik Naik Pangkek dan ritual Hoyak Tabuik.

Pada hari pertama Muharram, para pejabat mengumpulkan tanah merah, melambangkan tanah Karbala yang berdarah darah. Banyak tempat di Indonesia diberi nama 'tana merah', 'tanahabang', atau 'lemahabang' mengacu pada peristiwa khusus ini dalam Pertempuran Karbala. Tanah kemudian akan ditempatkan di adaraga, atau wadah yang ditemukan di dalam setiap menara tabuik. Pada saat yang sama, kelompok lain menunjukkan upacara mengiris pohon pisang, melambangkan rasa sakit yang dialami Husyain saat dimutilasi oleh teman-temannya yang mengkhianati. Pada hari ke 7 Muharram, sebuah upacara yang disebut ma'atam dilakukan, melambangkan tangan Husnain yang dimutilasi, yang menyebabkan semua orang menangis.

Pada hari ke 8, replika syal Husyain diarak di sekitar desa untuk menunjukkan bahwa dia adalah penjaga sejati orang lemah, penuntun yang sah, dan penerus model yang benar, yaitu kakeknya, Nabi Muhammad. Puncak acara berlangsung pada hari ke 10, tepat pukul 04.00 dini hari, ketika dua menara tabuik digabungkan menjadi satu struktur tinggi setinggi 21 sampai 24 kaki. Pada saat matahari terbenam, tabuik akan dibawa ke pantai dan dilepaskan ke laut sehingga menandai penutupan rangkaian ritual.

Terletak hanya dalam waktu lebih dari satu jam perjalanan dengan akses yang mudah, atau sekitar 56 kilometer di sebelah utara Padang, kota Pariaman adalah kota pelabuhan yang indah yang terletak di sepanjang garis pantai sepanjang 7 mil. Dalam masa kejayaannya, pelabuhan Pariaman penuh dengan pedagang lokal dan internasional. Berabad-abad yang lalu,pelabuhan  ini adalah pelabuhan yang sibuk dimana pedagang dari daerah Minangkabau di Sumatera Barat akan membawa emas, merica, madu, dan kemiri, merica dan ramuan berharga lainnya untuk diperdagangkan dan ditukarkan dengan barang impor lainnya di Pariaman. Pada abad ke 15, Pariaman dikenal sebagai pusat perdagangan penting bagi Kamper dan lada.

or cancel

Event Lainnya di sumatera-barat more »